Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong telah menjalin komunikasi untuk menangani sejumlah persoalan bilateral, termasuk kabut asap lintas batas. Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan setelah bertemu Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu, 28 Oktober 2026.
Balakrishnan mengatakan komunikasi di tingkat pemimpin kedua negara menjadi dasar bagi tindak lanjut pemerintah. Menurut dia, kesepakatan politik perlu diterjemahkan menjadi pelaksanaan rencana, meski ia tidak merinci langkah teknis yang akan ditempuh untuk mengatasi kabut asap.
“Komunikasi telah terjalin di tingkat tertinggi antara perdana menteri saya dengan Presiden Prabowo,” kata Balakrishnan kepada awak media. CNN Indonesia melaporkan, ia menilai hubungan langsung antar-pemerintah dibutuhkan ketika muncul persoalan lintas batas yang berdampak pada masyarakat kedua negara.
Gugus tugas untuk pertukaran informasi
Pertemuan dengan Prabowo berlangsung sehari setelah Balakrishnan bertemu Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, Selasa, 27 Oktober. Dalam pertemuan itu, kedua negara mengumumkan pembentukan gugus tugas bersama untuk membantu koordinasi penyelidikan terhadap perusahaan yang diduga melanggar aturan.
Kerja gugus tugas tersebut mencakup pertukaran informasi untuk mendukung otoritas masing-masing negara. Namun, Balakrishnan belum membuka susunan keanggotaan ataupun rincian kerangka kerjanya. Ia menyatakan informasi itu belum dapat disampaikan kepada publik.
Dengan demikian, pengumuman pembentukan gugus tugas belum disertai penjelasan mengenai perusahaan yang akan diperiksa, bentuk pertukaran data, atau jadwal kerja tim. CNN Indonesia, mengutip Channel News Asia, melaporkan bahwa Balakrishnan menyebut komitmen di tingkat pimpinan sebagai dorongan agar persoalan itu dituntaskan dengan cepat dan efektif.
Masalah kabut asap mendapat perhatian karena dampaknya dirasakan di Indonesia dan Singapura. Balakrishnan menyebut penanganannya memerlukan pendekatan yang kooperatif, kolaboratif, dan konstruktif. Ia juga menekankan perlunya komunikasi langsung ketika kedua pemerintah menghadapi isu lintas batas.
Saluran khusus untuk mengelola perbedaan
Indonesia dan Singapura juga mengumumkan pembentukan hotline baru untuk menangani perbedaan pendapat mengenai isu bilateral. Saluran komunikasi itu disebut sebagai mekanisme tambahan bagi kedua negara, tetapi belum ada rincian dalam laporan mengenai tata cara penggunaannya atau pejabat yang akan mengelolanya.
Balakrishnan berpandangan, pembicaraan tatap muka memberi ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan kekhawatiran sekaligus mencari jalan keluar. Ia menyatakan diplomasi untuk persoalan semacam ini tidak cukup hanya mengandalkan telepon atau media. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia bertemu Prabowo secara langsung di Hambalang.
Rangkaian komunikasi pada tingkat menteri dan pemimpin negara menempatkan kabut asap sebagai salah satu agenda hubungan Indonesia-Singapura. Meski demikian, pernyataan yang disampaikan sejauh ini lebih banyak menegaskan komitmen politik dan pembentukan jalur koordinasi. Rincian pelaksanaan kerja bersama belum diumumkan.
Kontrak gas turut dibicarakan
Dalam keterangan kepada wartawan, Balakrishnan juga menanggapi pertanyaan mengenai kontrak ekspor gas alam dari Indonesia. Ia mengatakan para menteri kedua negara berkomitmen menjaga kontrak yang telah disepakati. Menurutnya, kepatuhan terhadap kewajiban kontraktual berkaitan dengan kredibilitas dan daya saing ekonomi kedua pihak.
Isu kontrak gas dan kabut asap merupakan persoalan berbeda, tetapi keduanya muncul dalam pembahasan hubungan bilateral. Balakrishnan menegaskan bahwa kontrak harus dihormati, sementara untuk isu lintas batas ia mendorong penyelesaian melalui komunikasi dan kerja sama.
Untuk penanganan kabut asap, tahapan berikutnya adalah penerapan komitmen yang telah disepakati serta koordinasi melalui gugus tugas. Susunan tim dan rincian pertukaran informasi masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari kedua pemerintah.
