Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan beruntun mobil BYD di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026). Hasan mengalami patah tulang kaki kiri setelah sepeda motornya ditabrak mobil tersebut sehari sebelumnya.
Kabar itu disampaikan Ewis Hildayani (27), anak Hasan, saat ditemui di rumahnya di Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Menurut Ewis, ayahnya mendapat tindakan medis di Rumah Sakit Fatmawati. Hingga Sabtu, ia belum memperoleh kabar lebih lanjut mengenai kondisi Hasan setelah operasi.
“Tulang belakang katanya remuk, sama tulang kaki kiri, katanya (patah). Tadi siang dibedah, dioperasi,” kata Ewis. Ia menyebut orang-orang yang berada di rumah sakit mengatakan ayahnya cukup kuat menjalani tindakan tersebut. “Alhamdulillah, kata orang di sana juga Bapak kuat,” ujarnya.
Kabar kecelakaan diterima keluarga pada Jumat sore
Ewis pertama kali mengetahui kecelakaan itu pada Jumat (23/10), setelah Hasan dibawa ke RS Fatmawati. Saat itu, ayahnya sempat menghubunginya melalui panggilan video. Ewis menduga panggilan tersebut dilakukan ketika Hasan baru tiba di rumah sakit.
“Ditelepon pas Magrib, mungkin pas Bapak baru dibawa,” kata Ewis. Setelah panggilan itu, seorang teman Hasan menjelaskan kondisi korban kepada keluarga. Informasi yang diterima Ewis menyebut ayahnya mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lecet.
Keluarga Hasan merantau ke Jakarta. Ayah, ibu, dan suami Ewis tinggal di ibu kota, sedangkan Ewis menetap di Ciomas bersama dua anaknya. Rumah yang ditempati Ewis merupakan milik Hasan.
Ewis mengatakan ayahnya biasanya pulang sekitar sebulan sekali. Namun, kunjungan terakhir Hasan ke rumah tersebut terjadi dua bulan sebelum kecelakaan. Ia merupakan anak tunggal Hasan.
Kronologi BYD menabrak sejumlah kendaraan
Kecelakaan terjadi pada Jumat sekitar pukul 16.48 WIB di Jalan Panglima Polim, wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mobil BYD bernomor polisi B-1220-KDP dikemudikan pria berinisial S (46). Berdasarkan keterangan polisi, kendaraan itu melaju dari selatan ke utara.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan kecelakaan bermula saat BYD menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya. Setelah itu, mobil BYD oleng ke kiri.
Mobil tersebut kemudian menabrak Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai Hasan, serta sebuah Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ. BYD lalu naik ke trotoar dan menabrak dua mobil lain yang sedang terparkir.
“Korban mengalami luka pada kaki kiri patah, dan lecet-lecet. Mendapat perawatan di RS Fatmawati,” kata Kharisma dalam keterangannya. Keterangan itu sejalan dengan informasi awal yang diterima keluarga mengenai cedera Hasan.
Operasi dan pemulihan menjadi perhatian keluarga
Operasi yang dijalani Hasan menjadi perkembangan penting bagi keluarga setelah kecelakaan tersebut. Namun, Ewis masih menunggu informasi mengenai hasil tindakan medis dan keadaan ayahnya. Ia belum menyampaikan kabar lanjutan setelah Hasan menjalani operasi pada siang hari.
Di tengah jarak antara Ciomas dan rumah sakit, informasi tentang kondisi Hasan diterima Ewis melalui panggilan dan keterangan dari teman ayahnya. Ia berharap ayahnya dapat melewati masa perawatan dengan baik. Keterangan keluarga mengenai cedera tulang belakang masih berupa informasi yang diterimanya, sementara polisi menyebut patah tulang kaki kiri dan luka lecet.
Polisi mencatat kecelakaan itu melibatkan sejumlah kendaraan dan berujung pada perawatan Hasan di RS Fatmawati. Bagi keluarga, perhatian kini tertuju pada perkembangan kondisi korban setelah operasi. Kabar dari rumah sakit akan menjadi penentu langkah keluarga dalam mendampingi Hasan selama menjalani pemulihan.
