Demo Gen Z Jerman Berujung Rusuh di Empat Kota

Dunia

Demonstrasi kaum muda di Jerman yang semula berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan di Frankfurt, Berlin, Cologne, dan Hamburg. Di Frankfurt, sejumlah toko dijarah dan polisi menangkap seorang tersangka serta menyita dua senjata. Kekerasan juga menyebabkan puluhan petugas terluka dan ratusan orang ditahan di kota-kota lain.

Aksi yang diorganisasi kelompok GenZ Reglt! itu digelar untuk mendorong elite politik mendengarkan aspirasi generasi muda. Seperti dilaporkan detikNews dengan merujuk AFP dan BBC, demonstrasi terinspirasi gerakan serupa di Prancis dan Italia. Sebagian besar aksi berjalan tertib sepanjang hari, tetapi situasi berubah ketika sejumlah kelompok pemuda bertahan hingga malam dan menolak membubarkan diri.

Kerusuhan kemudian meluas ke beberapa pusat kota. Polisi menggunakan meriam air untuk menghadapi massa yang melemparkan batu, botol, kembang api, dan bom molotov. Sejumlah toko rusak, sementara jalan-jalan perbelanjaan di Frankfurt ditutup untuk membatasi akses ke lokasi bentrokan.

Frankfurt jadi lokasi kerusuhan paling parah

Di pusat keuangan Frankfurt, bentrokan berlangsung di kawasan pertokoan. Massa melemparkan batu, kembang api, serta bom bensin ke arah petugas. Polisi merespons dengan meriam air dan semprotan merica. Dalam keterangan yang dikutip detikNews, kepolisian menyebut kerusuhan terjadi dengan kekerasan dan melaporkan sejumlah jendela toko pecah.

Sejumlah orang bertopeng juga menjarah toko-toko. Salah satu sasaran adalah toko senjata yang jendelanya dirusak. Polisi menangkap satu orang yang diduga terlibat dan menyita dua pucuk senjata. Harian Bild, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, menyebut toko sepatu dan toko parfum turut dijarah.

Langkah pengamanan membuat sebagian besar jalan belanja utama di Frankfurt ditutup. Kendaraan polisi dan pasukan antihuru-hara menghalangi orang memasuki kawasan itu. Helikopter kepolisian terlihat berpatroli dari udara, sementara suara ledakan sesekali terdengar di jalanan. Setidaknya seorang petugas terluka dan mendapat perawatan medis.

Kerusakan serta penjarahan terjadi ketika aparat berupaya memulihkan keadaan. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci nilai kerugian maupun jumlah toko yang terdampak di Frankfurt.

Petugas terluka dan penangkapan di kota lain

Di Berlin, unjuk rasa yang sebelumnya diikuti banyak orang berubah menjadi bentrokan pada malam hari. Kepolisian Berlin menyatakan 27 anggotanya terluka. Sekitar 56 orang sempat ditahan, menurut keterangan aparat yang dikutip detikNews.

Di Cologne, petugas diserang di sekitar stasiun kereta utama. Para pelaku melempar botol dan sebuah sepeda ke arah polisi. Kepala Kepolisian Cologne, Johannes Hermanns, menyatakan keprihatinan karena aksi damai yang membawa aspirasi anak muda dimanfaatkan kelompok ekstremis untuk melakukan kekerasan.

Sementara itu, di Hamburg, sekelompok orang berpakaian hitam menyalakan kembang api dan membakar barikade. Lembaga penyiaran publik NDR melaporkan 120 orang ditangkap di kota tersebut. Polisi di sejumlah lokasi juga menggunakan meriam air untuk membubarkan massa yang menyerang petugas layanan darurat dengan batu, botol, dan kembang api.

Aksi damai dibayangi persoalan ekonomi

Kompas.id menggambarkan aksi tersebut berlangsung dalam kondisi ekonomi yang buruk. Tuntutan demonstran, menurut rangkuman pemberitaan yang beredar, diarahkan kepada elite politik agar lebih memperhatikan kebutuhan generasi muda. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci tuntutan kebijakan tertentu maupun besaran dampak ekonomi yang menjadi latar aksi.

Perkembangan di Frankfurt memperlihatkan bagaimana aksi yang berawal sebagai demonstrasi dapat berubah menjadi gangguan keamanan ketika kelompok massa menolak bubar dan bentrokan pecah. Di Cologne, Hermanns juga menyoroti perbedaan antara tujuan aksi damai kaum muda dan tindakan kelompok yang melakukan kekerasan.

Aparat masih menangani dampak kerusuhan dan proses hukum terhadap orang-orang yang ditahan. Sejauh laporan yang tersedia, kepolisian belum merinci perkembangan penyelidikan lebih lanjut atau jumlah keseluruhan orang yang diamankan di seluruh kota.