Jalan Raya Joglo Diperlebar, Target Selesai 2028

Nasional

Rencana pelebaran Jalan Raya Joglo sepanjang 2,3 kilometer mendapat persetujuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Proyek di Jakarta Barat itu diarahkan untuk mengurangi kemacetan pada jalur yang menghubungkan Tangerang dengan wilayah Jakarta Barat, dengan pengerjaan diperkirakan berlangsung hingga 2028.

Persetujuan tersebut disampaikan Pramono seusai rapat bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat di Kecamatan Kembangan, Selasa, 3 November 2026. Ia menilai pelebaran diperlukan karena ruas Joglo berada di kawasan perbatasan dan menjadi akses penghubung bagi warga dari Tangerang menuju Jakarta.

Namun, target penyelesaian pada 2028 belum disertai rincian tahapan pelaksanaan. Informasi yang disampaikan dalam rapat itu berfokus pada persetujuan rencana dan panjang ruas yang akan ditangani.

Pekerjaan tersisa sekitar 2,3 kilometer

Camat Kembangan Fahmi mengatakan usulan untuk melanjutkan pelebaran datang dari warga. Menurut dia, pekerjaan di kawasan tersebut berhenti sejak 2019. Bagian yang belum tertangani kini tersisa sekitar 2,3 kilometer, sama dengan panjang ruas yang masuk dalam rencana pelebaran.

Fahmi menyebut Jalan Raya Joglo sebagai jalur penting bagi masyarakat yang bepergian dari Tangerang ke Jakarta Barat. Arus kendaraan di kawasan itu kerap padat, sehingga warga berharap pekerjaan yang tertunda dapat dilanjutkan dan memberi perbaikan pada perjalanan mereka.

Keluhan kemacetan itulah yang menjadi alasan utama proyek kembali dibicarakan. Dengan persetujuan gubernur, rencana tersebut kini mendapat dukungan di tingkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, persetujuan belum berarti pekerjaan fisik langsung dimulai. Warga masih menunggu tahapan berikutnya sebelum perubahan di jalan dapat terlihat.

Rincian teknis belum diumumkan

Dalam laporan detikNews, Pramono menyatakan pelebaran kemungkinan memerlukan waktu sampai 2028. Belum ada keterangan mengenai kapan tahap awal dimulai, berapa anggaran yang disiapkan, atau seperti apa bentuk pelebaran pada tiap bagian ruas. Rincian mengenai kebutuhan lahan maupun pengaturan lalu lintas selama pekerjaan juga belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Hal-hal tersebut akan menentukan bagaimana rencana diterjemahkan menjadi pekerjaan di lapangan. Bagi pengguna Jalan Raya Joglo, jadwal pelaksanaan menjadi informasi penting, terutama karena kawasan itu sudah lama menunggu kelanjutan pekerjaan. Namun, sampai pengumuman tersebut, yang telah dipastikan baru persetujuan atas rencana pelebaran dan sasaran panjang jalan.

Belum ada pula penjelasan apakah pekerjaan akan dilakukan sekaligus atau dibagi dalam beberapa tahap. Tanpa jadwal rinci, masyarakat belum dapat mengetahui kapan kemungkinan terjadi perubahan arus kendaraan maupun kapan hasil pelebaran mulai bisa digunakan. Pemerintah perlu menyampaikan informasi lanjutan agar warga dapat memahami urutan pekerjaan.

Jalur ini melayani perjalanan lintas wilayah, bukan hanya pergerakan di dalam Kembangan. Karena itu, kemajuan proyek akan menjadi perhatian warga yang mengandalkan akses antara Tangerang dan Jakarta Barat. Pernyataan Pramono menempatkan penyelesaian pada 2028 sebagai perkiraan waktu, bukan tanggal pasti pekerjaan berakhir.

Warga menanti kelanjutan rencana

Aspirasi warga yang disampaikan Fahmi memperlihatkan bahwa kebutuhan pelebaran sudah lama dirasakan di sekitar Joglo. Pekerjaan yang terhenti sejak 2019 menyisakan pertanyaan mengenai kapan proyek dapat bergerak lagi. Persetujuan gubernur menjawab soal dukungan terhadap kelanjutan rencana, tetapi belum memberikan kepastian tentang waktu mulai maupun proses pengerjaannya.

Pramono menyampaikan keputusan itu setelah membahas sejumlah persoalan di wilayah Jakarta Barat bersama jajaran pemerintah kota. Untuk Jalan Raya Joglo, langkah yang telah diumumkan adalah rencana pelebaran dengan panjang sekitar 2,3 kilometer. Warga kini menunggu penjelasan lebih rinci mengenai jadwal dan pelaksanaan, sementara target penyelesaian yang disebut pemerintah berada pada 2028.