Hujan lebat sejak Sabtu (10/10) siang memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat. Belasan warga dilaporkan masih terjebak dan membutuhkan evakuasi hingga Sabtu malam, sementara air yang meninggi membuat beberapa ruas jalan tak bisa dilalui.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengerahkan tim untuk mengevakuasi warga terdampak. Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah sebagai dua wilayah dengan kondisi terparah berdasarkan laporan yang diterima.
Hingga malam, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban. Proses penyelamatan masih berlangsung, sementara sebagian warga berusaha mencari tempat lebih tinggi agar terhindar dari genangan.
Banjir Padang paling parah di Kuranji dan Koto Tangah
Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah. Adapun di Kecamatan Koto Tangah, banjir merendam kawasan Luminpark dan Kampung Apa. Hendri mengatakan banjir juga terjadi di wilayah lain, tetapi dampaknya tidak separah di lokasi-lokasi tersebut.
“Kita fokus evakuasi dulu,” kata Hendri saat dihubungi.
Di antara lokasi terdampak, kompleks perumahan Luminpark di Lubuk Minturun kembali terendam. Kawasan itu pernah mengalami bencana serupa pada akhir November 2025. Namun, hingga laporan diterima, belum tersedia informasi resmi mengenai jumlah warga terdampak maupun korban di lokasi tersebut.
Belasan orang yang dilaporkan masih terjebak menjadi perhatian tim BPBD. Prioritas penanganan pada malam itu adalah menjangkau warga dan membawa mereka keluar dari area yang terendam. Evakuasi berjalan ketika hujan masih turun di sejumlah tempat, meski di beberapa lokasi intensitasnya mulai mereda.
Genangan menghambat lalu lintas di sejumlah titik
Tingginya air tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu arus transportasi. Pantauan di lapangan menunjukkan ruas jalan di kawasan By Pass, tepat di depan Rumah Sakit Siti Rahma, tidak dapat dilewati karena genangan semakin tinggi.
Situasi serupa terlihat di depan pemakaman umum Tunggul Hitam. Kendaraan tidak bisa melintas dan kemacetan panjang terjadi di sekitar lokasi. Kondisi jalan yang terendam membuat perjalanan warga terhambat, sementara tim masih berkonsentrasi pada evakuasi.
Sejumlah video yang diterima CNNIndonesia.com memperlihatkan warga berupaya menyelamatkan diri dari air yang terus menggenangi lingkungan mereka. Sebagian memilih naik ke loteng rumah dan meminta bantuan tim SAR untuk dievakuasi. Rekaman tersebut menggambarkan situasi yang dihadapi warga di tengah proses penanganan.
BPBD belum menyampaikan angka resmi korban maupun rincian lengkap dampak banjir. Informasi tersebut masih menunggu proses evakuasi dan pendataan di lapangan, sehingga jumlah warga terdampak belum dapat dipastikan.
Evakuasi menjadi prioritas di tengah hujan
Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih turun, meski di beberapa tempat mulai reda. Perubahan cuaca itu belum serta-merta mengakhiri risiko di titik-titik yang airnya masih tinggi. Akses jalan yang terputus juga menjadi kendala bagi warga dan kendaraan yang melintas.
BPBD terus memusatkan upaya pada penyelamatan warga di Kuranji dan Koto Tangah, terutama di Guo Lapau Munggu, Luminpark, dan Kampung Apa. Perkembangan jumlah warga yang berhasil dievakuasi serta kondisi korban masih menunggu laporan resmi dari petugas.
Situasi di Padang malam itu menunjukkan pentingnya mengikuti informasi dari petugas dan menghindari ruas jalan yang tergenang. Selama proses evakuasi masih berjalan, warga di sekitar lokasi terdampak perlu mengutamakan keselamatan dan menunggu arahan tim di lapangan.
