Polisi Telusuri Akses Aktivis Greenpeace ke Patung HI

Nasional

Polisi mendalami cara enam aktivis Greenpeace Indonesia naik ke Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebelum membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah pada Selasa (20/10/2026). Penyelidikan akan mencakup pemeriksaan sejumlah pihak dan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan spanduk mulai dibentangkan sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi ingin mengetahui kronologi aksi, termasuk kapan dan bagaimana para aktivis mencapai bagian atas patung.

“Nanti kita akan dalami prosesnya, termasuk cara mereka naik ke atas,” kata Reynold kepada wartawan di Bundaran HI. Ia menyebut pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait akan dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai jalannya aksi.

CCTV ditelusuri untuk mengetahui waktu aktivis naik

Reynold mengatakan polisi akan memeriksa CCTV dari sejumlah titik di sekitar Bundaran HI. Rekaman itu diharapkan membantu penyidik memastikan waktu para aktivis mulai naik ke patung, sekaligus melengkapi pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

“Sangat dimungkinkan mereka naik pada jam berapa, itu akan dilakukan pemeriksaan dari CCTV untuk lebih lanjut dalam proses waktu yang tepat kapan mereka naik ke atas,” ujarnya. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai akses yang digunakan maupun pihak yang membantu aksi tersebut.

Spanduk dan poster berwarna kuning terlihat terbentang di Patung Selamat Datang sejak Selasa pagi. Materi aksi memuat tuntutan agar pemerintah menangani krisis iklim serta persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu pesan yang tampak berbunyi, “Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup.”

Spanduk kemudian diturunkan sekitar pukul 08.10 WIB. Setelah itu, polisi meminta para aktivis segera turun dengan mengutamakan keselamatan. Reynold mengatakan Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501 Jakarta Pusat siap melayani dan melindungi mereka selama proses tersebut.

Enam aktivis dievakuasi dan mendapat perawatan

Seluruh aktivis akhirnya berhasil dievakuasi dari atas patung. Mereka dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan penanganan medis. Kepolisian memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal di atas monumen.

Reynold menyebut seorang aktivis perempuan tampak cukup lemas saat turun. Untuk mendukung proses penyelamatan, kepolisian menyiapkan enam ambulans. Keenam aktivis kemudian dibawa ke klinik untuk mendapat perawatan.

“Syukur alhamdulillah keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas,” kata Reynold. Ia berharap penanganan dari tim Dokkes Polda Metro Jaya dapat mengutamakan keselamatan para aktivis.

Di tengah proses evakuasi, polisi juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan pendapat tanpa mengganggu ketertiban umum. Reynold menyebut Bundaran HI ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024, sehingga kawasan itu perlu dijaga dan dirawat.

Polisi belum memutuskan langkah hukum

Reynold menegaskan prioritas kepolisian saat itu adalah memastikan keselamatan enam aktivis. Ia belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan proses hukum. Penelusuran kronologi, pemeriksaan pihak terkait, dan pengecekan CCTV masih menjadi bagian dari pendalaman yang disampaikan kepolisian.

Peristiwa ini mempertemukan dua hal yang sama-sama menjadi perhatian: penyampaian aspirasi tentang krisis iklim dan perlindungan keselamatan di kawasan bersejarah. Hasil pemeriksaan polisi akan memperjelas bagaimana aksi berlangsung, sementara penanganan medis terhadap para aktivis menjadi langkah awal setelah mereka dievakuasi.