10 Saham yang Mengangkat IHSG pada 19–23 Oktober

Ekonomi

Sepuluh saham menjadi penggerak utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama perdagangan 19–23 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberi kontribusi terbesar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

BMRI menyumbang 40,65 poin terhadap IHSG dalam sepekan tersebut. Harga sahamnya naik 15,04 persen, sementara kapitalisasi pasar free float atau saham publik (MCFF) tercatat Rp 134,7 triliun. Angka kontribusi poin menunjukkan besarnya sumbangan saham terhadap pergerakan indeks, sedangkan persentase kenaikan menggambarkan perubahan harga saham selama periode yang sama.

BBRI berada di urutan kedua dengan kontribusi 39,76 poin. Harga saham bank itu meningkat 10,23 persen dan MCFF-nya mencapai Rp 185,7 triliun. Di posisi berikutnya, TLKM menyumbang 31,31 poin setelah harganya naik 17,89 persen, dengan MCFF Rp 89,38 triliun.

BMRI, BBRI, dan TLKM memimpin kontribusi

Tiga saham teratas memperlihatkan kontribusi besar dari emiten perbankan dan telekomunikasi dalam daftar tersebut. BMRI mencatat sumbangan poin tertinggi, sementara BBRI memiliki MCFF paling besar di antara ketiganya. TLKM membukukan kenaikan harga yang lebih tinggi daripada BMRI maupun BBRI, tetapi kontribusi poinnya berada di bawah dua saham tersebut.

Perbedaan antara besaran kenaikan harga, MCFF, dan kontribusi terhadap indeks tampak jelas dari data itu. Ketiganya merupakan ukuran yang berbeda: harga menunjukkan perubahan nilai saham, MCFF menggambarkan kapitalisasi saham publik, sedangkan kontribusi poin mencatat pengaruh saham terhadap IHSG pada periode pengamatan. Karena itu, saham dengan persentase kenaikan tertinggi tidak otomatis menjadi penyumbang poin terbesar.

Di luar tiga teratas, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menempati posisi keempat. Saham ini menyumbang 20,39 poin, dengan kenaikan harga 28,3 persen dan MCFF Rp 40,06 triliun. Persentase kenaikan BREN merupakan yang tertinggi di antara sepuluh saham dalam daftar.

BREN dan BBNI masuk jajaran berikutnya

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul BREN dengan kontribusi 14,79 poin. Harga saham BBNI naik 15,15 persen selama periode tersebut dan MCFF-nya mencapai Rp 48,72 triliun. Selisih kontribusi kedua saham itu tercatat 5,60 poin.

Berikutnya, PT Astra International Tbk (ASII) memberikan kontribusi 14,59 poin. Saham ASII naik 8,59 persen, dengan MCFF sebesar Rp 79,92 triliun. Dibandingkan BBNI, kontribusi ASII terpaut tipis, meski kenaikan harganya lebih rendah.

Posisi ketujuh ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang menyumbang 13,41 poin terhadap IHSG. Harga sahamnya naik 19,01 persen dan MCFF tercatat Rp 36,39 triliun. Di bawah BRPT, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berkontribusi 11,04 poin, dengan kenaikan harga 7,75 persen serta MCFF Rp 66,49 triliun.

Empat saham lain melengkapi daftar penggerak IHSG

PT United Tractors Tbk (UNTR) berada di urutan kesembilan. Saham tersebut menyumbang 7,56 poin, naik 11,82 persen, dan memiliki MCFF Rp 30,98 triliun. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menutup daftar sepuluh besar dengan kontribusi 6,34 poin.

Harga saham TPIA meningkat 10,37 persen sepanjang 19–23 Oktober 2026, sedangkan MCFF-nya sebesar Rp 29,25 triliun. Dengan demikian, seluruh saham dalam daftar mencatat kenaikan harga selama periode tersebut, meskipun besar kontribusi poin dan kapitalisasi saham publiknya berbeda-beda.

Urutan sepuluh saham ini memberi gambaran emiten yang paling berpengaruh terhadap IHSG dalam satu pekan perdagangan, bukan daftar lengkap seluruh saham yang naik. BMRI memimpin dari sisi kontribusi poin, sementara BREN mencatat persentase kenaikan tertinggi dan BBRI memiliki MCFF terbesar di antara saham-saham yang disebutkan. Perkembangan berikutnya tetap perlu dicermati melalui data perdagangan terbaru, sebab daftar penggerak indeks dapat berubah dari satu periode ke periode lain.