Xiaomi 18 Pro Max dan smartwatch yang diduga Xiaomi Watch 2 (2026) tercatat lolos sertifikasi Postel Komdigi. Pendaftaran itu memperkuat indikasi bahwa ponsel flagship Xiaomi tersebut tengah disiapkan untuk masuk ke Indonesia, meski perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun harga resminya di Tanah Air.
PT Xiaomi Technology Indonesia mendaftarkan dua perangkat dengan nomor model 2609BPN61G dan M2320W1. Model pertama diduga merupakan Xiaomi 18 Pro Max, sedangkan model kedua dikaitkan dengan Xiaomi Watch 2 generasi 2026. Xiaomi 18 Pro Max tercatat lolos sertifikasi pada 12 Oktober 2026.
Nomor model ponsel itu sebelumnya juga muncul di laman P3DN Kementerian Perindustrian dan dilaporkan telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Rangkaian pendaftaran tersebut menjadi petunjuk kuat kehadiran perangkat di pasar Indonesia, tetapi belum sekaligus memastikan tanggal penjualan.
Sertifikasi Xiaomi 18 Pro Max jadi sinyal menuju Indonesia
Petunjuk lain datang dari Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng. Dalam sebuah acara media gathering beberapa waktu lalu, ia sempat memperlihatkan unit Xiaomi 18 Pro Max berwarna biru tua di Jakarta. Kemunculan perangkat itu menambah tanda bahwa ponsel tersebut berpeluang dipasarkan di Indonesia.
Namun, informasi sertifikasi dan kemunculan unit belum sama dengan pengumuman peluncuran resmi. Xiaomi belum membeberkan konfigurasi yang akan dijual di Indonesia, tanggal ketersediaan, ataupun banderol lokal. Karena itu, spesifikasi dan harga yang beredar masih perlu dibaca sebagai informasi awal.
Di China, Xiaomi 18 Pro Max dengan konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB disebut dijual mulai 6.999 yuan, atau sekitar Rp18,9 juta. Harga tersebut menjadi acuan awal, bukan harga resmi untuk pasar Indonesia. Jika hadir di Tanah Air, banderolnya diperkirakan lebih tinggi.
Bocoran spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max
Xiaomi 18 Pro Max disebut menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi. Ponsel ini dikabarkan memakai chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dengan pilihan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal sampai 1 TB. Kombinasi tersebut menempatkannya di kelas flagship, meski rincian konfigurasi untuk tiap pasar belum dipastikan.
Layar utamanya disebut berjenis LTPO OLED berukuran 6,9 inci. Bezel setipis 0,99 milimeter dan tingkat kecerahan puncak 4.000 nits turut menjadi bagian dari spesifikasi yang dilaporkan. Angka kecerahan tinggi itu berpotensi membantu keterbacaan layar di kondisi terang, sementara teknologi LTPO lazim digunakan untuk mengatur laju penyegaran secara adaptif.
Fitur yang paling mencolok adalah layar OLED kedua berukuran 2,9 inci pada bagian belakang. Layar tersebut dikabarkan dapat digunakan sebagai viewfinder saat mengambil swafoto dengan kamera utama, sekaligus menjadi tempat untuk mengakses kontrol berbasis kecerdasan buatan. Fungsi dan cara kerjanya masih menunggu penjelasan resmi Xiaomi.
Untuk daya, ponsel ini disebut membawa baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh serta dukungan pengisian cepat 100 watt. Di sektor kamera, Xiaomi dikabarkan bekerja sama dengan Leica. Susunan kameranya mencakup kamera utama 200 megapiksel dengan sensor Light Hunter 960 dan kamera telefoto periskop 200 megapiksel yang mendukung optical zoom.
Xiaomi Watch 2 juga tercatat dalam pendaftaran
Perangkat kedua yang terdaftar di Postel adalah smartwatch dengan nomor model M2320W1. Perangkat ini diduga sebagai Xiaomi Watch 2 (2026), yang disebut akan menggunakan Wear OS by Google dan prosesor Snapdragon hemat daya. Seperti ponselnya, identitas serta spesifikasi lengkap jam tangan tersebut belum dipastikan secara resmi.
Bocoran yang beredar menyebut smartwatch itu memakai layar AMOLED dan bodi aluminium dengan ketahanan air 5 ATM. Kapasitas baterainya diperkirakan 495 mAh, dengan daya tahan hingga 65 jam. Perangkat ini juga disebut membawa fitur pemantauan kebugaran, tetapi rincian sensor maupun kemampuan kesehatannya belum dijabarkan.
Jika kedua perangkat benar-benar meluncur di Indonesia, sertifikasi Postel dan TKDN menjadi langkah penting sebelum pemasaran. Konsumen yang menantikan Xiaomi 18 Pro Max maupun smartwatch barunya masih perlu menunggu pengumuman perusahaan, terutama untuk memastikan spesifikasi final, harga lokal, dan jadwal ketersediaan.
