Penertiban Bendera Bulan Bintang Tewaskan Warga

Nasional

Seorang warga meninggal dan 13 lainnya terluka dalam kericuhan saat penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Insiden terjadi saat warga menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. TNI menyebut personelnya menggunakan peluru hampa dan peluru karet setelah situasi meningkat, sementara seorang warga yang berada di lokasi mengatakan tembakan diarahkan ke kerumunan.

Korban meninggal dibawa ke RSUD Tgk Abdullah Syafii di Mutiara Timur. CNN Indonesia menyebut namanya Abzalul Rizal, berusia 20 tahun. Namun, dalam data yang disampaikan TNI AD, nama korban tertulis Abzalul Riza. TNI menyatakan jenazah dimakamkan pada Kamis dini hari di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.

Kesaksian warga dan keterangan TNI berbeda

Amran, warga Pulo Keunari yang berada di lokasi, mengatakan warga semula berusaha mencegah personel TNI memasuki pekarangan musala untuk menurunkan bendera. Ia menuturkan, tembakan yang terdengar kemudian tidak lagi diarahkan ke udara.

“Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal,” kata Amran kepada CNN Indonesia.

Keterangan TNI AD menggambarkan situasi yang berbeda. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono menyatakan, aparat sudah berkomunikasi dan bermediasi dengan panitia agar bendera tidak dikibarkan. Menurut dia, kesepakatan tidak tercapai karena panitia tetap mempertahankan bendera tersebut.

Dalam penjelasan TNI AD, keadaan kemudian memanas setelah sejumlah orang melempar batu dan kayu ke arah personel. TNI juga menyebut ada orang yang membawa senjata tajam. Personel, menurut Donny, lebih dulu berupaya mengendalikan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara, sebelum mengeluarkan tembakan peringatan memakai munisi hampa dan kemudian peluru karet.

Perbedaan keterangan itu membuat rincian penggunaan senjata dan urutan kejadian di lapangan menjadi bagian penting yang perlu diperiksa. Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan pihaknya masih mendalami informasi terkait insiden tersebut.

Jumlah korban versi warga dan TNI AD

Angka korban yang tercantum dalam laporan dan keterangan resmi juga tidak sama. CNN Indonesia mengidentifikasi enam warga yang masih dirawat, yakni Basri (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda (62), dan Mutia (38). Sementara itu, TNI AD menyatakan ada 14 warga yang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dan 13 orang luka-luka.

TNI AD turut melaporkan enam personelnya mengalami luka dan mendapat penanganan medis. Keterangan tersebut memperluas gambaran dampak bentrokan, tetapi bahan yang tersedia belum merinci nama maupun kondisi masing-masing dari 13 warga yang terluka. Perbedaan jumlah korban yang disebut dalam laporan awal dan keterangan TNI perlu dibaca sesuai waktu serta sumber informasinya.

Insiden berlangsung saat kegiatan keagamaan masyarakat. Persoalan bendera Bulan Bintang menjadi pemicu penertiban, tetapi sumber yang tersedia belum memuat hasil pemeriksaan independen mengenai kejadian tembakan ataupun kondisi korban. Informasi awal dari warga setempat juga sempat beredar bersama rekaman video di media sosial, sebelum TNI AD menyampaikan data korban dan versinya mengenai kericuhan.

Penertiban berlangsung di tengah agenda lain

TNI AD menyatakan personel Kodim 0102/Pidie bersama pasukan yang berada di bawah kendalinya telah melakukan patroli dan komunikasi dengan masyarakat terkait rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh kemudian dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i di Desa Cubo.

Adapun penurunan bendera di Pulo Keunari, menurut TNI AD, dilakukan setelah massa membubarkan diri. Pihak militer menyebut penertiban itu sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan tersebut belum menjawab secara rinci bagaimana penggunaan kekuatan di lokasi berlangsung dari awal hingga korban dibawa ke rumah sakit.

Hingga Kamis (5/11) pukul 04.30 WIB, TNI AD menyatakan keadaan di Desa Pulo Keunari telah kondusif. Personel masih memantau wilayah dan berkoordinasi dengan aparat terkait. Korem 011/Lilawangsa menyatakan informasi insiden masih didalami, sementara korban luka dirawat setelah bentrokan yang menewaskan seorang warga itu.