Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menetapkan pergantian pejabat di dua pusat kerja Polri, yakni Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) serta Pusat Keuangan (Puskeu). Brigjen Nariyana ditunjuk memimpin Pusdokkes, sedangkan jabatan Kapuskeu dipercayakan kepada Kombes Ikhlas Putro Wasono.
Perubahan itu merupakan bagian dari mutasi lima perwira tinggi dan perwira menengah. Penetapannya tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026. DetikNews melaporkan, informasi mengenai rotasi tersebut disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Perubahan jabatan berlanjut ke posisi rumah sakit
Nariyana sebelumnya menjabat Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Dengan penugasan baru itu, ia menggantikan Irjen Asep Hendradiana sebagai Kapusdokkes. Asep selanjutnya ditempatkan sebagai perwira tinggi Pusdokkes dalam rangka pensiun.
Perubahan tidak berhenti pada jabatan kepala pusat. Posisi yang ditinggalkan Nariyana di rumah sakit Bhayangkara kini diisi Brigjen Syamsul Bahar. Sebelum penunjukan tersebut, Syamsul tercatat sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri yang menjalani penugasan di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Susunan penugasan ini membentuk rangkaian perpindahan di lingkungan Pusdokkes: Nariyana bergeser ke posisi kepala pusat, Syamsul mengisi jabatan rumah sakit, sementara Asep memasuki penugasan sebagai pati Pusdokkes menjelang pensiun. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan tanggal mulai efektif masing-masing pejabat menjalankan tugas.
Ikhlas menggantikan Lukas Akbar Abriari
Di Puskeu, Ikhlas Putro Wasono mendapat tugas sebagai Kapuskeu. Ia sebelumnya menjabat Kepala Bidang APK Puskeu Polri. Ikhlas menggantikan Irjen Lukas Akbar Abriari, yang dialihkan menjadi perwira tinggi Puskeu dalam rangka pensiun.
Dengan demikian, dua posisi kepala pusat mengalami pergantian dalam satu surat telegram. Pusdokkes kini dipimpin Nariyana dan Puskeu dipimpin Ikhlas. Adapun jabatan yang sebelumnya ditempati kedua pejabat baru itu juga mengalami penyesuaian, dengan Syamsul mengisi posisi rumah sakit dan Asep serta Lukas ditempatkan sebagai pati di pusat masing-masing untuk persiapan pensiun.
Perubahan jabatan tersebut menyentuh sejumlah jenjang kepangkatan. Nariyana dan Syamsul berpangkat brigadir jenderal, sementara Ikhlas berpangkat komisaris besar. Asep dan Lukas berpangkat inspektur jenderal. Daftar ini memperlihatkan bahwa telegram tidak hanya menetapkan pengganti kepala pusat, tetapi juga mengatur penempatan pejabat yang meninggalkan jabatan sebelumnya.
Polri menyebut rotasi sebagai pembinaan karier
Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan agenda berkala dalam pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Menurut dia, penempatan personel perlu mempertimbangkan kemampuan, kompetensi, serta rekam jejak agar pejabat dapat menjalankan tanggung jawab sesuai kebutuhan institusi. Ia juga menyebut rotasi sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia Polri.
Penjelasan tersebut menempatkan pergantian lima personel ini sebagai keputusan organisasi, bukan sekadar perubahan nama pejabat. Dua jabatan kepala pusat berganti, sementara beberapa posisi lain turut disesuaikan lewat perpindahan dan penempatan untuk pensiun. Namun, keterangan yang dipublikasikan tidak merinci alasan khusus pemilihan masing-masing pejabat ataupun agenda kerja baru yang akan dijalankan.
Surat Telegram Kapolri tertanggal 29 Oktober 2026 menjadi dasar perubahan tersebut. Dalam keterangan yang diberitakan detikNews, belum ada rincian mengenai waktu pelantikan atau serah terima jabatan para pejabat yang dimutasi.
