Kabut Asap Malaysia Memburuk, Sejumlah Sekolah Ditutup

Nasional

Kabut asap yang menyelimuti Malaysia membuat sejumlah sekolah di Kuala Lumpur dan wilayah lain ditutup pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kualitas udara di banyak kawasan masuk kategori tidak sehat, mendorong pemerintah meminta jajaran pendidikan memantau kondisi dan mengambil tindakan sesuai perkembangan.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengatakan dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik telah diminta terus mengawasi situasi. Sekolah yang terdampak tersebar di lima negara bagian dan dua wilayah federal, sementara laporan kualitas udara mencakup Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, serta seluruh anggota komunitas pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama,” kata Fadhlina dalam pernyataannya. Ia juga memahami penutupan sekolah dapat mengubah rutinitas keluarga dan meminta keputusan serupa ke depan diumumkan lebih awal agar orang tua sempat mengatur kebutuhan sehari-hari.

Indeks udara jadi acuan penutupan sekolah

Indeks Pencemar Udara atau API Malaysia mengategorikan angka 101 hingga 200 sebagai tidak sehat. Tingkat 201–300 masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dinilai berbahaya. Pada Jumat pagi, 37 wilayah dilaporkan mencatat API dalam kategori tidak sehat.

Kementerian Pendidikan Malaysia menyatakan sekolah dan institusi pendidikan wajib ditutup jika API melampaui 180 atau bertahan di atas 150 selama tiga hari berturut-turut. Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia Mohd Azam Ahmad mengatakan pemerintah juga menindaklanjuti imbauan Raja Malaysia Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar untuk menutup sekolah di kawasan terdampak, khususnya ketika API berada pada kisaran 150 hingga 180 dalam waktu cukup lama.

Raja Sultan Ibrahim sebelumnya menyampaikan sekolah sebaiknya ditutup ketika API mencapai 150 atau lebih. Di Kuala Lumpur, indeks dilaporkan berada di kisaran 170 pada Jumat. Angka tersebut menambah kekhawatiran karena kualitas udara di ibu kota Malaysia itu disebut terus berada pada kategori tidak sehat sepanjang pekan.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar-mengajar diminta tetap berlangsung melalui cara yang sesuai dengan kemampuan, akses, dan kebutuhan siswa serta kesiapan guru. Mohd Azam mengatakan guru dan staf pendukung juga diperbolehkan bekerja dari rumah. Kementerian Pendidikan akan terus memantau keadaan dan meminta masukan dari Kementerian Kesehatan serta instansi terkait.

Kabut asap berdampak pada kegiatan masyarakat

Dampak kabut asap tidak hanya terasa di lingkungan sekolah. Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia menunda perayaan Hari Olahraga Nasional yang semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu di tujuh negara bagian dan wilayah federal. Tanggal pengganti akan diumumkan setelah kualitas udara kembali aman untuk kegiatan luar ruang.

Keputusan itu diambil setelah pembahasan dengan sejumlah instansi pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan bagi peserta, penyelenggara, dan masyarakat. Kementerian menyampaikan permohonan maaf atas perubahan jadwal dan berterima kasih atas pengertian pihak-pihak yang terdampak.

Pemantau kualitas udara IQAir yang berbasis di Swiss menempatkan Kuala Lumpur sebagai kota dengan polusi udara tertinggi kedua di dunia pada Jumat, setelah Singapura. Laporan lain menyebut ibu kota Malaysia itu berada di antara kota-kota dengan tingkat polusi tertinggi selama sebagian besar hari dalam pekan tersebut.

Malaysia dorong koordinasi regional

Kabut asap yang melintasi perbatasan dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Kebakaran di sejumlah provinsi Indonesia menimbulkan asap yang menyebar ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dirinya dan Presiden Prabowo Subianto telah sepakat mengambil langkah yang diperlukan untuk menangani kabut asap. Malaysia juga menyatakan siap memberikan bantuan. Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia mengupayakan pertemuan para menteri ASEAN guna mengoordinasikan respons regional dan mendukung upaya Indonesia.

Di tengah memburuknya kualitas udara, keputusan penutupan sekolah dan penundaan kegiatan luar ruang menjadi langkah perlindungan sementara. Perkembangan API akan menentukan kapan aktivitas dapat kembali berjalan normal, sementara koordinasi lintas negara dibutuhkan untuk merespons kabut asap yang dampaknya meluas melewati batas wilayah.