Dolores Aveiro, ibunda Cristiano Ronaldo, mengaku sempat menangis setelah putranya meninggalkan kamp timnas Portugal di Kopenhagen menjelang pertandingan melawan Denmark. Ia juga mengecam sikap rakyat Portugal yang, menurutnya, tidak menghargai kontribusi sang kapten dan memperlakukan Ronaldo dengan tidak semestinya.
Pernyataan Dolores itu disampaikan kepada majalah TV 7 Dias dan dipublikasikan jaringan GE. Dalam wawancara tersebut, ia bercerita bahwa dirinya meminta Ronaldo tetap tenang sebelum mengambil keputusan meninggalkan kamp. Namun, menurut Dolores, sang putra sudah mantap dengan pilihannya.
Dolores menyebut Ronaldo berjanji akan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya ketika semua pihak berkumpul. Ia kemudian meminta putranya memperbaiki keadaan, tetapi mengakui dukungan yang ia berikan tidak mengubah keputusan tersebut.
“Aku memintanya untuk tetap tenang, tetapi bagaimanapun juga, pikirannya mengarahkannya untuk melakukan hal itu. Kita lihat saja nanti. Aku telah memberinya segala dukungan, tetapi itu tidak membuahkan hasil,” kata Dolores.
Dolores Aveiro sebut Ronaldo pahlawan Portugal
Dalam wawancara itu, Dolores membela kontribusi Ronaldo untuk negaranya. Ia menilai putranya telah memberikan banyak hal bagi Portugal dan semestinya memperoleh penghargaan serta pengakuan yang lebih besar.
Dolores bahkan menyebut Ronaldo sebagai “pahlawan Portugal”. Menurut dia, meskipun putranya tidak mendapatkan apresiasi yang dianggap layak, namanya akan tetap dikenang di negara tersebut.
“Ia telah memberikan banyak hal untuk Portugal, dan karena itu ia akan selalu dikenang di sana. Ia selalu menjadi pahlawan Portugal. Mereka tidak memberinya penghargaan yang seharusnya ia dapatkan. Mereka tidak menghargai Cristiano,” ujar Dolores.
Ia kemudian melontarkan kritik terhadap rakyat Portugal. “Inilah rakyat Portugal yang kita miliki,” katanya, menyiratkan kekecewaan atas perlakuan yang menurutnya diterima Ronaldo. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Dolores sebagai ibu, yang sekaligus menunjukkan betapa terpukulnya ia melihat putranya berada dalam situasi itu.
Dolores tidak merinci lebih jauh bentuk penghargaan yang ia maksud. Dalam keterangannya, ia menempatkan persoalan tersebut sebagai soal pengakuan terhadap sumbangsih Ronaldo, bukan sekadar keputusan sang pemain meninggalkan kamp tim nasional.
Kepergian dari kamp timnas menjadi sumber kesedihan
Meski berdiri di pihak putranya, Dolores mengaku sedih dengan cara Ronaldo meninggalkan kamp. Ia menyebut keputusan itu sebagai kejutan dan menyesalkan putranya tidak keluar “lewat pintu besar”. Ungkapan tersebut menggambarkan harapannya agar situasi berakhir dengan cara yang lebih baik dan terbuka.
Dalam pernyataannya, Dolores membandingkan kepergian itu dengan ungkapan “lewat pintu kecil”, yang ia gunakan untuk menggambarkan keluarnya Ronaldo dari kamp. Ia tidak menjelaskan secara terperinci alasan keputusan tersebut, tetapi menegaskan bahwa dirinya tetap memberi dukungan kepada sang putra.
“Aku merasa sedih, dan itu wajar. Itu adalah sebuah kejutan. Putraku bisa saja keluar lewat pintu besar, tetapi ia keluar lewat pintu kecil, tetapi tidak apa-apa, Allah akan mengurusnya,” ucap Dolores.
Ia juga mengatakan Ronaldo telah menyampaikan kepadanya bahwa ia akan menjelaskan kebenaran ketika semua pihak berkumpul. Dolores tidak memaparkan kapan penjelasan itu akan disampaikan atau apa isi yang akan diungkap. Untuk saat ini, ia menyatakan hanya bisa menunggu perkembangan berikutnya.
Situasi yang melibatkan Ronaldo dan Jorge Jesus turut menjadi bahasan dalam wawancara tersebut. Namun, Dolores tidak merinci persoalan di antara keduanya. Fokus keterangannya lebih banyak tertuju pada keputusan Ronaldo meninggalkan kamp, kesedihannya sebagai seorang ibu, serta keyakinannya bahwa kontribusi putranya bagi Portugal akan tetap dikenang.
Pernyataan Dolores memperlihatkan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut pilihan Ronaldo, tetapi juga bagaimana keluarganya memandang respons publik terhadap sang pemain. Ia berharap keadaan dapat berbalik menguntungkan putranya. Penjelasan Ronaldo yang dijanjikan kepada keluarga dan pihak lain masih menjadi hal yang dinantikan.
