Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) menggelar program SAPA AIDS di Desa Klumutan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada 24–25 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan remaja sebagai pendidik sebaya untuk memperkuat literasi HIV, mendorong kesadaran terhadap layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), serta mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV (ODHA).
Berlangsung di Balai Desa Klumutan, program Sahabat Peduli AIDS itu dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus menumbuhkan sikap yang tidak diskriminatif. Pendekatan teman sebaya dipilih agar informasi mengenai HIV lebih mudah diterima dan diteruskan di kalangan remaja.
Tim pengabdian FKM UNAIR dipimpin Eny Qurniyawati, S.ST., M.Kes., M.Epid. Kegiatan ini juga melibatkan Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D., serta mahasiswa Dwi Khusnul Khotimah, Fatkhul Stevanie, dan Lutfia Rahmadyanti.
Remaja Klumutan disiapkan menjadi pendidik sebaya
Hari pertama program diisi dengan Training of Trainer (ToT) bagi calon pendidik sebaya. Delapan perwakilan karang taruna dari sejumlah dusun di Desa Klumutan mengikuti pelatihan untuk mendapat pembekalan tentang edukasi HIV dan cara mencegah stigma.
Materi disampaikan Yazid, perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Madiun, dan Asmaul Chusnah, S.Kep.Ners, dari Puskesmas Sumbersari melalui program terkait tuberkulosis (TB). Keterlibatan unsur KPAD dan layanan kesehatan tersebut melengkapi pembekalan yang diterima para peserta.
Dalam model ini, remaja tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka dipersiapkan untuk menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada anggota karang taruna dan remaja lainnya. Tim FKM UNAIR menilai peran tersebut dapat membantu meluruskan pemahaman keliru tentang HIV dan memperluas jangkauan edukasi ke berbagai dusun.
Pada hari kedua, pendidik sebaya mulai menyampaikan materi kepada kelompok karang taruna yang lebih luas. Sekitar 50 peserta dari berbagai dusun mengikuti kegiatan tersebut dan memperoleh wawasan mengenai HIV, VCT, serta pentingnya membangun lingkungan sosial yang bebas diskriminasi.
Edukasi HIV dibarengi rencana tindak lanjut
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mengikuti diskusi, menyusun rencana tindak lanjut, dan memperkuat komitmen karang taruna agar edukasi kesehatan dapat diteruskan setelah program pengabdian masyarakat selesai.
Salah satu agenda yang dibahas ialah memasukkan edukasi HIV ke dalam program kerja karang taruna. Langkah ini diharapkan memberi ruang bagi penyampaian informasi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keterlibatan remaja dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV.
Keberlanjutan menjadi bagian penting dari pendekatan SAPA AIDS. Dengan bekal dari pelatihan, para pendidik sebaya diharapkan dapat berbagi pengetahuan di lingkungan masing-masing dan membantu membangun komunikasi yang lebih terbuka tentang HIV serta pencegahannya.
Pengalaman ODHA menjadi bagian dari pembelajaran
Program SAPA AIDS juga menghadirkan narasumber orang dengan HIV melalui kerja sama dengan KPAD Madiun. Narasumber tersebut membagikan pengalaman hidupnya dan mengajak peserta memahami pentingnya pencegahan penularan HIV serta menghindari perilaku berisiko.
Dalam sesi itu, narasumber turut menekankan perlunya menghentikan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Dukungan sosial dan penerimaan masyarakat diperlukan agar ODHA dapat menjalani kehidupan secara bermartabat dan berpartisipasi di lingkungan sosial tanpa menghadapi stigma.
Pertemuan langsung dengan narasumber memberi dimensi sosial pada edukasi yang disampaikan. Peserta tidak hanya memperoleh informasi kesehatan, tetapi juga diajak memahami pengalaman dan tantangan yang dapat dihadapi orang yang hidup dengan HIV.
Melalui perpaduan pelatihan, edukasi antarremaja, dan berbagi pengalaman, FKM UNAIR mendorong warga Klumutan membangun pemahaman yang lebih tepat tentang HIV. Rencana memasukkan materi tersebut ke agenda karang taruna menjadi salah satu pijakan agar upaya literasi dan pengurangan stigma dapat terus berjalan di tingkat desa.
