Changpeng Zhao Kembali Berpengaruh Usai Bebas

Teknologi

Changpeng Zhao, pendiri Binance yang dikenal sebagai CZ, kembali menjalani kehidupan mewah dan menjalin hubungan dengan tokoh berpengaruh setelah bebas dari penjara di Amerika Serikat pada September 2024. Kini ia menetap di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), sambil memperluas aktivitas di bidang teknologi dan memberi masukan tentang regulasi kripto.

Zhao, pengusaha China-Kanada berusia 49 tahun, tinggal bersama pasangannya, He Yi, dan ketiga anak mereka di Pulau Saadiyat, kawasan eksklusif Abu Dhabi. Menurut laporan yang dikutip detikInet dari VN Express, vila tersebut ditaksir bernilai US$5 juta.

Kehidupan mewah Changpeng Zhao di Abu Dhabi

Rumah dengan sembilan kamar tidur itu dilengkapi empat pengawal, koki pribadi, ruang kebugaran, dan ruang bermain anak dengan piano Steinway. Zhao juga memiliki kapal pesiar bernama Da Moon. Meski demikian, ia menyebut rumahnya relatif sederhana untuk ukuran miliarder.

Dalam kunjungan reporter New York Times pada Juni, Zhao menggambarkan dirinya sebagai orang biasa. Ia bercerita sesekali berkeliling Abu Dhabi dengan SUV Nissan putih, yang ia juluki “Lamborghini saya”. Ia juga membandingkan kediamannya dengan properti di sekitar yang, menurutnya, ditawarkan seharga US$150 juta.

Besarnya kekayaan Zhao menjadi bahan perbedaan antara perkiraan lembaga pemeringkat dan pengakuannya sendiri. Forbes memperkirakan hartanya mencapai US$114,6 miliar pada 7 Oktober, menempatkannya di urutan ke-18 orang terkaya dunia. Zhao menyangkal angka tersebut dan menyebut kekayaannya berada di kisaran US$10 miliar hingga US$30 miliar. Ia mengatakan US$10 juta saja cukup untuk hidup nyaman.

Kekayaan itu memberinya keleluasaan bepergian dengan jet pribadi. Zhao juga mengunjungi negara-negara yang meminta pandangannya tentang regulasi kripto, termasuk Pakistan, Filipina, dan Kirgistan.

Hubungan erat dengan kalangan penguasa UEA

Abu Dhabi menjadi basis penting bagi Zhao sejak ia pertama kali mengunjungi Dubai pada 2021. Ia mendapat tawaran visa tinggal jangka panjang dan menyelesaikan prosesnya dalam waktu kurang dari 12 jam. Zhao kemudian memperoleh kewarganegaraan UEA, disertai paspor bagi keluarganya.

Ia memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh di kawasan itu, termasuk Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, investor yang mengawasi berbagai investasi besar di bidang teknologi dan kecerdasan buatan. Zhao juga mengatakan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan pernah menghampirinya secara pribadi untuk menanyakan kabar dan menawarkan bantuan.

Koneksi tersebut berjalan seiring dengan aktivitas Zhao sebagai penasihat. Ia mengatakan memberi masukan kepada sekitar 10 hingga 20 entitas pemerintah dan mendampingi para pendiri perusahaan teknologi. Sejumlah negara, menurut laporan tersebut, meminta pandangannya dalam menyusun kebijakan terkait mata uang kripto.

Dari pendiri Binance hingga menjalani hukuman

Zhao mendirikan Binance pada 2017. Dalam hitungan bulan, bursa itu berkembang menjadi yang terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan. Namun, perusahaan kemudian menghadapi persoalan hukum di Amerika Serikat terkait program anti pencucian uang.

Pada November 2023, Zhao mengaku bersalah atas kegagalan Binance mempertahankan program tersebut. Ia mundur dari jabatan CEO dan membayar denda US$50 juta. Binance sendiri menyepakati penyelesaian senilai US$4,3 miliar dengan otoritas AS.

Zhao mulai menjalani hukuman empat bulan di Lompoc, California, pada 30 Mei 2024 dan dibebaskan pada 27 September tahun yang sama. Jet pribadinya dilaporkan lepas landas menuju Abu Dhabi hanya 26 menit setelah ia keluar dari tahanan.

Sekembalinya ke UEA, Zhao tetap memiliki saham mayoritas Binance. Namun, perjanjian pembelaannya melarang ia mengoperasikan bursa tersebut. He Yi, yang juga merupakan eksekutif senior Binance, kemudian menjadi salah satu dari dua CEO bersama. Dengan begitu, keluarga Zhao tetap memiliki keterkaitan erat dengan perusahaan yang ia dirikan.

Aktivitas baru dan perubahan prioritas

Laporan itu juga menyebut Donald Trump memberikan pengampunan penuh kepada Zhao pada Oktober 2025. Keputusan tersebut terjadi beberapa bulan setelah Binance menerima stablecoin USD 1 yang diterbitkan World Liberty Financial, bisnis kripto yang berafiliasi dengan keluarga Trump. Stablecoin itu digunakan sebagai alat pembayaran untuk investasi US$2 miliar oleh MGX, perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi.

Setelah bebas, Zhao mengembangkan kegiatan di luar Binance. Ia berinvestasi pada perusahaan teknologi, termasuk sebuah startup yang mengembangkan teknologi rahim buatan, serta mendukung pendiri perusahaan melalui YZi Labs. Ia juga mencurahkan perhatian pada Giggle Academy, platform pendidikan gratis yang disebut telah menarik sekitar 600.000 pengguna.

Pengalaman di penjara, kata Zhao, mengubah prioritas hidupnya. Meski masih bekerja dan terlibat dalam berbagai proyek, ia mengatakan ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. “Saya sangat menikmati menghabiskan waktu bersama keluarga, orang-orang adalah hal terpenting dalam hidup,” ujarnya.

Perjalanan Zhao memperlihatkan bahwa kebebasan dari hukuman tidak serta-merta memutus pengaruhnya di industri kripto. Peran yang kini ia pilih berada di luar kendali langsung Binance, sementara investasi, hubungan bisnis, dan kiprah sebagai penasihat akan terus menjadi bagian penting dari langkahnya berikutnya.