Konser Andrea Bocelli di Borobudur Bawa Misi 100 Ribu Sepatu

Hiburan

Konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, dijadwalkan membawa misi kemanusiaan: menggalang dana untuk menyediakan 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak Palestina dan anak di wilayah lain yang terdampak konflik. Rencana itu hadir di tengah perdebatan mengenai penyelenggaraan konser, yang sempat berhadapan dengan pencabutan rekomendasi kepolisian dan penolakan sejumlah kelompok.

Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia direncanakan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Borobudur. Rangkaian tur juga mencantumkan konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Menurut RCTI+, promotor Shoemaker Live menempatkan penggalangan dana sepatu sebagai bagian dari rangkaian konser. Sasaran 100.000 pasang ditujukan kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar akibat konflik. Informasi yang tersedia tidak merinci jumlah dana yang sudah terkumpul maupun mekanisme penyalurannya.

Rekomendasi sempat dicabut setelah penolakan

Rencana konser itu sebelumnya memicu protes. Okezone melaporkan pada 15 Oktober 2026 bahwa Polresta Magelang mencabut rekomendasi kegiatan setelah menerima keberatan dari sejumlah elemen masyarakat. Penolakan tersebut berkaitan dengan tudingan adanya hubungan Bocelli dengan Israel.

Dalam pemberitaan yang sama, Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji menyatakan surat pencabutan rekomendasi telah diserahkan kepada panitia. Keberatan para penentang, menurut laporan itu, merujuk pada keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022. Informasi tersebut merupakan dasar yang disampaikan pihak penolak, bukan penjelasan mengenai tujuan konser di Borobudur.

Perkembangan berikutnya menunjukkan acara tetap berlangsung. ANTARA Jateng melaporkan 3.229 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan konser. Sementara itu, pemberitaan SINDOnews dan Suara.com menyinggung rencana kegiatan tandingan berupa konser solidaritas untuk Palestina dan tablig akbar dari kelompok yang menolak kehadiran Bocelli.

Situasi itu membuat konser berjalan dengan dua pesan yang berhadapan di ruang publik. Promotor mengangkat bantuan bagi anak terdampak konflik, sedangkan penentang menyoroti rekam jejak yang mereka anggap bermasalah. Rangkaian pemberitaan tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan konser tidak hanya dibicarakan sebagai agenda hiburan.

Target bantuan tidak hanya untuk Palestina

Program sepatu yang diumumkan promotor menyasar anak-anak Palestina dan anak di negara lain yang mengalami dampak konflik. Sepatu merupakan kebutuhan harian, tetapi akses terhadapnya dapat terganggu dalam situasi kemanusiaan. RCTI+ menggambarkan penggalangan dana itu sebagai bagian dari upaya memperluas perhatian konser ke persoalan anak-anak rentan.

Meski begitu, rincian pelaksanaan program belum dijabarkan dalam informasi yang tersedia. Belum disebutkan organisasi yang akan mengelola distribusi, wilayah penerima di luar Palestina, ataupun jadwal penyerahan bantuan. Karena itu, capaian misi tersebut baru dapat dinilai setelah dana terkumpul dan penyalurannya diumumkan.

Pesan kemanusiaan itu juga berkaitan dengan kegiatan sosial yang telah dijalankan Andrea Bocelli Foundation (ABF). Yayasan yang didirikan Bocelli pada 2011 tersebut berfokus pada pendidikan, musik, dan dukungan bagi komunitas rentan, terutama anak-anak serta kaum muda.

Jejak program musik dan pendidikan ABF

Salah satu program ABF di Palestina bernama Voices of Jerusalem. Bekerja sama dengan Magnificat Institute, kegiatan itu menyediakan pendidikan musik, latihan paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.

Yayasan itu juga menjalankan Voices of Peace, yang mempertemukan anak-anak dan remaja Italia serta Ukraina melalui paduan suara dan pendidikan musik. Program tersebut melibatkan peserta dengan latar belakang berbeda, termasuk mereka yang terdampak konflik dan bencana.

Pada Oktober 2019, Bocelli tampil bersama penyanyi sopran Palestina Zeina Barhoum dalam acara penggalangan dana yang diadakan ABF dan Galilee Foundation. RCTI+ melaporkan kegiatan itu menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan. Catatan tersebut memberi konteks atas aktivitas sosial Bocelli, meski berbeda dari program pengadaan sepatu yang diumumkan untuk rangkaian konser Indonesia.

Bocelli dikenal lewat album Romanza, yang menjadi pusat perayaan tur ini, serta karier panjang di ranah musik klasik dan populer. Konser di Borobudur mempertemukan repertoar penyanyi Italia itu dengan salah satu situs budaya utama Indonesia. Setelah acara berlangsung, perkembangan yang ditunggu berikutnya ialah laporan promotor mengenai hasil penggalangan dana dan penyaluran sepatu kepada anak-anak penerima.