Penalti Nyeleneh Ivan Toney Bikin Kiper Terpaku

Olahraga

Ivan Toney mencuri perhatian saat Al-Ahli mengalahkan Al-Khaleej dengan skor 4-1 pada Jumat malam. Penyerang asal Inggris itu mencetak dua gol, tetapi eksekusi penalti pada penghujung laga yang paling ramai diperbincangkan: ia menendang bola nyaris sesaat setelah wasit meniup peluit.

Toney tetap memakai ancang-ancang pendek yang menjadi ciri khasnya, tetapi kali ini ia tidak menjalankan kebiasaan menatap kiper selama bersiap. Ia mundur dua langkah, langsung berlari ke bola, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut kiri bawah. Kiper Al-Khaleej, Marwan Al-Haidari, hanya terpaku di tengah gawang.

Eksekusi cepat yang mengejutkan Al-Haidari

Penalti tersebut menjadi penutup penampilan produktif Toney dalam pertandingan. Ia lebih dulu membuka keunggulan Al-Ahli, lalu kembali mencetak gol dari titik putih menjelang laga berakhir. Gol keduanya itu sekaligus memastikan skor 4-1 bagi tim yang dilatih Marino Pusic.

Yang membuat momen itu berbeda bukan sekadar arah tendangan, melainkan kecepatannya. Setelah peluit terdengar, Toney segera bergerak menuju bola dan menuntaskan eksekusinya. Al-Haidari tampak tidak sempat bereaksi, sementara tayangan siaran pun disebut tidak sepenuhnya mampu menangkap penalti yang berlangsung secepat itu.

Potongan momen tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Seorang suporter menyebutnya sebagai teknik penalti paling aneh yang pernah ia lihat. Suporter lain menduga kiper mungkin merasa sudah memahami cara Toney mengambil penalti, tetapi justru dibuat terkejut oleh perubahan tersebut.

“Ivan Toney dengan teknik penalti paling aneh yang pernah saya lihat,” tulis seorang suporter.

Reaksi lain menyoroti bahwa kejutan itu bukan hanya dirasakan kiper. Seorang pengguna media sosial menyebut eksekusi tersebut membuat semua orang terkejut, termasuk juru kamera siaran. Ada pula yang memuji Toney sebagai salah satu penendang penalti terbaik di sepak bola dunia dan menilai tekniknya luar biasa.

Berbeda dari kebiasaan no-look Toney

Selama bertahun-tahun, Toney dikenal dengan teknik penalti no-look. Dalam ancang-ancang, ia biasanya terus menatap kiper, bukan bola. Cara itu menjadi bagian dari pendekatannya untuk menghadapi penjaga gawang, tetapi eksekusi melawan Al-Khaleej memperlihatkan variasi yang tak terduga.

Ia masih menggunakan ancang-ancang pendek yang akrab terlihat, namun segera mengubah ritme setelah peluit dibunyikan. Dua langkah mundur disusul lari mendadak membuat kiper harus membaca situasi dalam waktu singkat. Toney kemudian mengarahkan bola dengan keras ke sisi kiri bawah gawang.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penendang yang dikenal dengan satu kebiasaan pun dapat menyimpan pilihan lain. Dalam situasi penalti, kiper berusaha menebak kapan penendang akan bergerak dan ke mana bola diarahkan. Eksekusi cepat Toney membuat momen itu berlangsung sebelum Al-Haidari terlihat meninggalkan posisinya di tengah gawang.

Reputasi sebagai penendang penalti

Penampilan Toney di Arab Saudi musim ini juga menjadi sorotan. Ia telah mengoleksi 13 gol dalam sembilan pertandingan liga, menurut laporan sumber. Saat melawan Al-Khaleej, kontribusinya terlihat jelas melalui gol pembuka dan penalti yang mengunci kemenangan Al-Ahli.

Reputasinya sebagai eksekutor penalti sudah terbentuk sebelum kepindahannya ke Arab Saudi. Pada 2023, Thomas Frank, yang saat itu menangani Brentford, menyebut Toney sebagai “penendang penalti terbaik di dunia”. Pujian itu muncul setelah Brentford menang 3-2 atas Fulham dan Toney mengonversi penalti ke-22-nya untuk klub tersebut.

Frank menjelaskan bahwa kemampuan itu didukung strategi, latihan, dan ketenangan Toney. Jamie Carragher juga pernah memuji tekniknya sebagai sesuatu yang istimewa. Menurut mantan bek Liverpool itu, para kiper nyaris tidak yakin bisa menghentikan penalti Toney.

Eksekusi melawan Al-Khaleej menambah satu contoh baru dalam reputasi tersebut. Bukan dengan pola no-look yang biasa, kali ini Toney memilih bergerak hampir seketika dan membuat kiper tak sempat bereaksi. Jika variasi seperti ini terus menjadi bagian dari permainannya, para penjaga gawang akan menghadapi satu pertanyaan tambahan: kapan sebenarnya Toney akan mulai berlari menuju bola?